Ketahui Pengaruh Gula Terhadap Otak serta Cara Menghentikannya

Pengaruh Gula Terhadap Otak

Pengaruh Gula Terhadap Otak – Berbeda dengan pendapat beberapa orang, gula tidak meningkatkan performa seseorang. Glukosa merupakan sebuah zat fundamental untuk membantu meningkatkan fungsi otak, membantu kita dalam menjalankan kegiatan yang menggunakan otak secara intens. Turunnya tingkat glukosa, dapat menyebabkan menurunnya performa seseorang. Terutama dalam hal mengingat, belajar, ataupun memperhatikan sesuatu. Jadi, kenapa gula tidak dapat meningkatkan performa seseorang?

Menjaga kadar glukosa tidak ada hubungannya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Sebaliknya, gula melepaskan glukosa ke dalam tubuh dengan jumlah yang banyak lalu menurun dengan cepat, sehingga dapat menurunkan fungsi kognitif manusia.

Untuk menjaga kadar glukosa, sebaiknya mengonsumsi makanan yang melepaskan glukosa secara bertahap. Beberapa makanan yang dapat melakukan hal tersebut adalah yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti sereal, roti, pasta, kentang atau karbohidrat simpleks, seperti buah.

karbohidrat kompleks

Pengaruh gula terhadap otak sebenarnya hampir sama dengan beberapa obat. Monica Dus, seorang peneliti dari Universitas Michigan, meneliti efek gula di otak kita. Menurut Dus, ketika kita makan, kita sebenarnya tidak benar-benar lapar. Kita terkadang hanya tertarik pada rasa dari makanan yang kita konsumsi. Sehingga industri makanan, lebih tertarik menciptakan rasa artificial atau buatan yang dapat menarik konsumen daripada mempertahankan nutrisi yang ada pada makanan tersebut. Gula merupakan salah satu produk yang dapat memodifikasi rasa.

Ketika dicerna, gula menyebabkan otak memproduksi dopamine, sebuah zat yang ada dalam beberapa kasus kecanduan obat. Mekanisme “kecanduan” pada gula dapat dibandingkan pada kecanduan pada kokain. Faktanya, menurut penelitian yang dilakukan oleh Lenoir, Serre, Cantin, dan Ahmed di Universitas Bordeaux, menunjukan bahwa gula menambah tingkat kecanduan terhadap beberapa obat, yang dapat lebih adiktif dari kokain.

“Mengonsumsi gula rafinasi menyebabkan otak tidak dapat mengetahui banyaknya kalori yang masuk dalam tubuh. Oleh karena itu, diet rich pada gula dapat menyebabkan Anda memakan makanan yang lebih banyak dari kebutuhan tubuh Anda. Sehingga, dalam jangka panjang dapat menyebabkan obesitas” – Monica Dus.

cara menghentikan kecanduan gula

Bagaimana cara menghentikan kecanduan gula?

  1. Melalui pemikiran kita, kita dapat mengajarkan otak kita untuk tidak jatuh ke dalam jebakan “rasa artificial” yang kita konsumsi. Jika kita mencoba merasakan “rasa artificial” dari sebuah makanan selama satu menit dengan mata tertutup, kita dapat mengetahui bahwa rasa dari makanan tersebut kurang enak jika kita bandingkan ketika kita makan dengan melihat makanan tersebut. Rasa yang dihasilkan oleh otak kita, dipengaruhi oleh strategi marketing yang didesain untuk membuat produk lebih terhubung dengan otak kita. Untuk mematahkan strategi marketing ini, kita dapat mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, dan mengurangi makanan yang mengandung gula.
  2. Jangan belanja diluar ketika perut kosong. Hindari supermarket atau toko makanan ketika lapar.
  3. Buatlah makanan di rumah sesering mungkin, seperti kacang-kacangan, sereal berkualitas, dan lain-lain.
  4. Kurangi makan olahan, sesekali dibolehkan hanya saja sebaiknya lebih fokus ke makanan yang lebih sehat.
  5. Didiklah anak Anda mengenai gaya hidup yang sehat. Karena anak Anda dapat menyerap informasi apapun, ajari anak Anda mengonsumsi makanan sehat dan Anda dapat berlatih bersama anak Anda. Makan makanan sehat bersama dan ajarkanlah anak Anda membantu menyiapkan makanan. Anak Anda akan lebih bersemangat jika memakan makanan hasil buatannya sendiri.
  6. Menambah hormon dan neurotransmitter Anda. Beberapa makanan dapat membantu menambah atau mengurangi beberapa hormon yang mungkin dapat memengaruhi asupan gula seperti kortisol. Kortisol dapat menambah keinginan mengonsumsi gula, jadi dengan mengurangi kortisol Anda dapat mengurangi konsumsi gula. Menurut penelitian, kortisol, stress, dan asupan gula berlebih dapat menyebabkan sindrom metabolis dan obesitas. Neurontransmitter juga penting disini. Serotonin dapat ditambah dengan olahraga, tidur cukup, dan makan yang teratur. Beberapa peneliti di bidang nutrisi, coklat kecil dapat menambah serotonin.
  7. Konsumsi buah sebagai pengganti gula. Gula memiliki glikemik indeks yang tinggi, jadi sebaiknya mengganti gula dengan buah-buahan. Coba ganti gula pada makanan buatan Anda seperti kue, dengan buah seperti kurma dan kismis. Buah-buahan lain seperti pisang, dapat menambahkan sentuhan manis pada kue-kue Anda.

Tidak hanya gula memengaruhi kesehatan otak, tapi juga asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, jika Anda tidak memiliki gaya hidup yang sehat. Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menambah resiko diabetes, serangan jantung, obesitas, dan resiko penyakit neurodegenerative, seperti dementia dan Alzheimer. Studi di Universitas Texas MD Anderson Cancer Center di 2016, menunjukan bahwa glikemik yang tinggi dapat menyebabkan kanker paru-paru.

Konsumsi gula yang tinggi dapat merugikan otak Anda tetapi kadar glukosa yang rendah dapat menyebabkan hipoglikemia.

Beberapa gejala umum yang menyertai hipoglikemia adalah kecemasan, kebingungan, gemetar, berkeringat, dan palpitasi jantung. Hipoglikemia, menyebabkan otak tidak memiliki bahan bakar, karena hilangnya energi ke otak. Dengan ini, menyebabkan penurunan fungsi kognitif, dan kurang konsentrasi. Hipoglikemia berkaitan erat dengan diabetes, tetapi harus diingat bahwa seseorang yang tidak menderita diabetes, juga dapat mengalami gejala hipoglikemia jika mereka tidak memasok otak dengan energi yang tepat.

Nah itulah penjelasan singkat tentang pengaruh gula terhadap otak serta beberapa cara menghentikannya. Gula tidak selalu berdampak buruk bagi manusia, namun pemakaian yang berlebihanlah yang menyebabkan berbagai macam penyakit dapat timbul. Tetap menjaga pola hidup sehat dan batasi pemakaian gula dalam keseharian Anda. Semoga bermanfaat. Be Healthy !!

 

Bacaan Lainnya :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*