7 Macam Menu Makanan Sehat untuk Bayi Usia 4 – 6 Bulan

Menu Makanan Sehat untuk Bayi

Makanan Bayi – Semua pakar kesehatan sepakat jika makanan yang paling tepat untuk bayi adalah ASI. Namun, ilmu medis juga menyarankan, ketika bayi berusia 4-6 bulan ke atas sebaiknya diberi asupan makanan tambahan untuk menunjang perkembangan tubuh dan otaknya. Selain itu, pada usia ini bayi membutuhkan vitamin untuk mencukupi asupan gizi di dalam tubuhnya. Maka dari itu, pastikan Anda menggunakan bahan yang tepat dalam membuat menu makanan sehat untuk bayi agar asupan gizinya dapat tercukupi.

Kenapa harus usia 4-6 bulan? Kenapa tidak sejak 3 bulan saja?

Menurut para ahli kesehatan, pada usia 4-6 bulan pencernaan bayi sudah bisa melakukan proses pengolahan makanan yang berbentuk padat. Namun, bukan berarti semua jenis makanan bisa diberikan ke bayi, tetap pilih yang teksturnya tidak terlalu kasar.

Beberapa tanda ketika si bayi sudah siap menerima asupan makanan :

  • Bayi sudah bisa mengangkat kepala dan lehernya
  • Berat badan si bayi meningkat 2 kali lipat dari berat badan ketika lahir
  • Sering menangis kelaparan walaupun sudah diberikan ASI
  • Bayi mulai ikut  tertarik untuk mencoba makanan yang Anda makan

Makanan Sehat untuk Bayi

Nah, ketika si Bayi sudah menunjukan semua tanda yang ada di atas, jangan menunggu lagi, segera berikan menu makanan sehat untuk bayi Anda. Seperti apa makanan yang tepat untuk bayi? Berikut ini informasinya.

 

Menu Makanan Sehat untuk Bayi Usia 4-6 Bulan

1. Alpukat

Buah alpukat memiliki banyak sekali kandungan vitamin dan juga zat besi yang mampu meningkatkan stamina tubuh. Selain itu, buah alpukat juga bermanfaat untuk melancarkan pencernaan bayi loh.

Namun, cara memberikannya tidak sama dengan orang dewasa. Potong alpukat menjadi 2 bagian, kerok bagian dagingnya menggunakan sendok dan haluskan. Anda bisa mencampurkan dengan ASI supaya teksturnya lebih lembut.

2. Sereal Khusus Bayi

Makanan ini sangat dianjurkan oleh pakar kesehatan untuk bayi yang berusia 4 bulan ke atas. Anda bisa mencampurkan sereal dengan ASI sehingga lebih mudah dicerna oleh bayi. Sereal merupakan makanan yang sangat rendah resiko alergi sehingga cocok jika dikonsumsi oleh bayi yang masih belajar makan.

3. Wortel

Sayuran yang satu ini mengandung vitamin A dan serat alami yang sangat baik untuk menjaga kesehatan mata, menambah stamina, dan meningkatkan daya ingat. Anda bisa mengolah wortel menjadi bubur bayi. Caranya, cuci wortel terlebih dahulu kemudian potong kecil-kecil dan rebus di dalam panci sampai sekitar 15 menit.

Masak nasi dan wortel yang sudah direbus tadi sambil diaduk secara perlahan. Supaya lebih enak, Anda bisa tambahkan kaldu ayam. Aduk terus sampai nasi dan wortel bercampur dan menjadi bubur. Sajikan pada bayi ketika bubur sudah tidak terlalu panas.

4. Pisang

Buah yang kaya akan vitamin C, B6, mineral dan serat ini dapat menambah stamina bayi. Selain itu, kandungan karbohidratnya bisa membuat bayi merasa kenyang walaupun hanya makan sedikit. Cara penyajiannya, Anda bisa membuat pisang menjadi bubur dengan cara dihaluskan. Atau bisa juga dikerok menggunakan sendok kemudian diberikan langsung pada si bayi.

5. Brokoli

Pada brokoli terdapat kandungan serat, kalsium dan folat yang sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi. Selain itu, pada brokoli juga terdapat kandungan anti-kanker. Anda bisa menyajikan brokoli dicampur dengan bubur bayi. Cara membuatnya juga sangat mudah, iris brokoli dan campur dengan nasi. Kemudian rebus nasi dan brokoli, lalu aduk sampai keduanya tercampur rata dan nasi berubah menjadi bubur.

6. Bayam

Sayuran hijau ini memiliki kandungan zat besi dan folat yang cukup tinggi sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh dan otak bayi. Pada menu bayam, Anda dapat membuatnya dengan cara mencacah bayam kemudian di campurkan ke dalam bubur bayi dan ditambahkan tahu atau jagung. Selain itu Anda juga bisa menjadikan bayam sebagai minuman sehat dengan cara mencampurkan bayam dengan buah-buahan kemudian di blender.

7. Daging

Mungkin Anda berpikir jika daging tidak cocok untuk bayi karena memiliki tekstur yang cukup keras. Sebenarnya, kandungan karbohidrat pada daging bermanfaat untuk meningkatkan stamina bayi. Cara penyajiannya, rebus daging sampai teksturnya benar-benar empuk. Tentunya proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah empuk, potong kecil-kecil dan campur dengan bubur untuk penyajiannya.

 

Semua menu makanan sehat untuk bayi di atas sebaiknya diberikan secara bertahap dan diatur jadwalnya. Namun Anda harus ingat bahwa bayi tidak bisa menghabiskan makanan sekaligus karena ukuran perut bayi masih kecil. Jika bayi sudah terlihat kenyang segera hentikan. Tanda-tanda bayi sudah kenyang biasanya mengeluarkan kembali makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya. Selamat mencoba. Be Healthy !!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*