Pertolongan Pertama dan Perawatan Pada Luka Robek

Luka Robek - Pertolongan serta Perawatannya

  Resiko terluka bisa terjadi dimana saja dan kapan saja bahkan tanpa dapat diperkirakan sebelumnya. Jenis luka tentu sangat beragam, salah satu diantaranya adalah luka robek yang biasanya disebabkan karena cedera. Umumnya orang akan menjadi panik ketika mengalami luka robek. Padahal kepanikan justru dapat mempeburuk keadaan bahkan mempengaruhi lama waktu penyembuhan luka kedepanya. Kepanikan sangat sering muncul disebabkan kurangnya pengetahuan akan cara memberi pertolongan pertama pada luka robek. Sehingga ketika hal ini dialami, seseorang yang tidak tahu langkah awal apa yang harus diperbuat pasti akan mengalami kepanikan.  Untuk itu sangat perlu mempelajari cara pertolongan pertama pada luka robek, serta bagaimana cara perawatan yang baik dan benar terhadap luka. Simak ulasan dari Tips Kebugaran dibawah ini.

 

Pertolongan Pertama pada Luka Robek

  Apabila anda menemui luka robek yang terjadi pada kulit yang disebabkan oleh goresan benda tajam, maka pertolongan pertama yang perlu dilakukan adalah pembalutan terhadap luka. Tujuan membalut luka tidak lain untuk mengontrol pendarahan, menahan penutup luka serta menopang bagian tubuh yang cedera.

Adapun panduan dalam memasang pembalut luka, yaitu :

  • Tahap awal sangat perlu menghentikan pendarahan sebelum pembalut dipasang.
  • Tidak disarankan membalut luka terlalu kencang maupun terlalu longgar.
  • Pastikan ikatan pada ujung pembalut terikat dengan rapih, supaya tidak terurai nantinya.
  • Memasang pembalut luka menjadi lebih lebar daripada luka. Tujuannya ialah untuk menambah luas permukaan yang ditekan oleh pembalut, dengan harapan agar tidak terjadi kerusakan jaringan.
  • Sementara untuk luka terbuka pada alat gerak, pembalutan dapat dilakukan dari distal ke proksimal arah jantung.
  • Sangat penting memperhatikan kenyamanan saat membalut luka, dan lakukan pembalutan luka sesuai dengan posisi yang membuat anda nyaman.
  • Selain itu memperhatikan bahan pembalut yang digunakan harus bersih, sehingga dapat mencegah kontaminasi luka yang bisa saja mengakibatkan infeksi terhadap luka.

Lantas,bagaimana Jika Luka perlu untuk Dijahit?

Pada beberapa luka robek, tidak jarang kita temukan luka yang mengeluarkan darah secara terus menerus,nah pada kasus ini sangat perlu untuk menjahit luka, dengan tujuan merapatkan luka yang terbuka sehingga lebih cepat dalam proses penyembuhan. Ketika luka telah rapat oleh jahitan, maka jaringan kulit yang sebelumnya putus akan ikut rapat, sehingga sel-sel darah akan dapat membentuk bekuan darah kemudian diikuti oleh pembentukan jaringan kulit yang baru. Selain itu masih terdapat satu lagi fungsi dari menjahit luka yaitu dapat mencegah terbentuknya jaringan parut yang lebih lebar.

Ketika anda menemui dokter untuk menjahit luka, biasanya dokter akan memberi perawatan maupun pembersihan luka dengan menggunakan antiseptik.  Pembersihan luka harus dilakukan sampai benar benar bersih agar tidak ada benda asing maupun kotoran yang menempel pada luka yang memungkinkan dapat menghambat proses penyembuhan. Sementara pada proses awal akan dilakukan pembiusan lokal saja pada luka kecil, sedangkan pada luka yang besar bahkan menyebar biasanya diperlukan pembiuasan umum.

Ketika Luka telah dijahit, maka lukapun ditutup dengan obat serta kain kasa yang bersih dan steril.

 

Perawatan Pada Luka Robek

  Dalam perawatan luka robek ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Ketika mandi misalnya, sangat penting untuk menjaga luka agar tidak sampai basah atau terkena air.  Cukup bersihkan saja daerah sekitar luka tanpa membasahi kain kasa penutup luka apalagi sampai membasahi luka. Selain menjaga luka agar tidak basah, sangat perlu menghindari hal-hal yang dapat mengotori luka. Sebab luka yang kotot akan beresiko terjadi infeksi bahkan dapat menyebabkan jahitan luka menjadi rusak. Penting untuk menjaga luka tetap bersih selama  masih dalam proses penyembuhan.

Apabila luka dibalut dengan balutan konvensional, tentu pembalut yang diguanakan wajib diganti secara rutin. Walaupun luka telah dijahit, namun luka masih bisa terinfeksi. Bengkak serta nyeri juga bisa terasa, selain itu biasa juga ditemukan jahitan luka yang lepas ataupun terkelupas.

Pada jahitan yang menggunakan klem atau menggunakan benang usus, maka anda tidak harus membukanya. Lain halnya ketika jahitan menggunakan benang sutra, maka jahitan sangat perlu dibuka, sebab benang bisa saja beresiko menjadi sumber infeksi apabila tidak dibuka. Adapun beberapa hal yang kadang ditemui yaitu peyembuhan bisa saja tidak berlangsung secara sempurna, misalnya benang jahit menjadi satu dengan jaringan kulit baru, maka hal ini sudah pasti tidak baik untuk kulit.

Pada bekas jahitan luka biasanya akan terasa seperti menonjol, hal  ini merupakan pembentukan kolagen, serta merupakan salah satu proses penyembuhan luka. Ketika telah terjadi luka, tentu bekasnya tidak akan kemana. Selalu saja ada bekas luka pada permukaan kulit, dan untuk memudarkanya anda bisa menggunakan krim anti keloid.

Untuk Tips dalam mempercepat proses penyembuhan, maka penderita diasarankan untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan protein tinggi serta tetap menjaga asupan vitamin yang sangat berguna untuk pembentukan jaringan yang baru.

 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum terjadi ada baiknya agar selalu berhati-hati supaya tidak mengalami luka robek. Namun, perlu senantiasa menjaga ketersedian kotak P3K di rumah maupun di mobil untuk berjaga-jaga. Semoga artikel pertolongan dan perawatan pada luka robek ini dapat bermanfaat bagi banyak orang. Be Healthy !!

Baca Juga



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*