Gejala Penyakit Paru-Paru Yang Harus Anda Ketahui

Gejala Penyakit Paru-Paru

Gejala penyakit paru-paru sering tidak terdeteksi oleh orang awam karena pada tahapan awal biasanya hanya berupa batuk-batuk. Mereka mengira bahwa ini hanyalah batuk biasa, namun ternyata berkembang menjadi penyakit paru-paru yang parah. Jika hal ini sudah terjadi maka akan sulit di sembuhkan, kalaupun bisa akan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit.

Oleh karena itulah Anda sebagai orang yang selalu menginginkan hidup sehat harus tahu bagaimana cara mengenali gejala penyakit paru-paru agar segera bisa melakukan langkah-langkah pengobatan yang tepat.

 

Gejala Awal Seseorang Mengidap Penyakit Paru-Paru

Sebelum membahas lebih jauh mengenai gejala penyakit paru-paru yang biasa di alami oleh  seseorang, Anda perlu memahami bahwa penyakit paru-paru ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu paru-paru basah dan paru-paru kering. Keduanya memiliki gejala yang berbeda begitu pula dalam hal pengobatannya.

 

1. Gejala Penyakit Paru-Paru Basah

Gejala paru-paru basah biasanya di awali dengan badan yang semakin hari semakin kurus, hal ini biasanya terjadi seiring dengan nafsu makan yang terus berkurang. Gejala paru-paru basah pada anak biasanya lebih mudah di deteksi dengan melihat ke telapak tangan mereka, apabila sering mengeluarkan keringat maka hal tersebut dapat di sinyalir sebagai gejala awal terjangkit paru-paru basah.

Selain badan menjadi kurus dan nafsu makan berkurang, paru-paru basah juga biasanya menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah merasa lelah. Hal ini di sebabkan karena terganggunya fungsi paru-paru dalam menyuplai oksigen dan zat makanan dalam darah. Sehingga metabolisme orang yang mengalami paru-paru basah akan menurun secara drastis

Cara pengobatan penyakit paru-paru basah cenderung lebih sulit. Untuk bisa sembuh secara total Anda harus melakukan terapi pengobatan secara berkala yang di lakukan dalam jangka waktu yang relatif lama. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapat penanganan yang tepat.

Apakah penyakit paru-paru menular? Mungkin pertanyaan ini sering muncul di benak Anda. Jawabannya adalah tergantung dari faktor yang memicu terjadinya paru-paru basah tersebut. Jika faktor pemicunya adalah infeksi bakteri, maka paru-paru basah memiliki peluang untuk di tularkan kepada orang lain yang memiliki sistem imun yang lemah.

 

2. Gejala Penyakit Paru-Paru Kering

Berbeda dengan paru-paru basah, gejala paru-paru kering biasanya cenderung lebih menyakitkan. Beberapa gejala paru-paru kering yang paling sering terjadi di antaranya seperti rasa sakit pada dada, perubahan pada pita suara yang menyebabkan suara menjadi parau, batuk yang terus menerus tanpa henti. Jika Anda mengalami batuk-batuk lebih dari 2 minggu, maka Anda harus waspada. Segeralah periksakan diri Anda ke dokter agar hal-hal yang lebih buruk tidak terjadi. Karena bisa saja itu adalah tanda awal anda terkena penyakit paru-paru kering.

Paru-paru kering juga dapat membuat selera makan menjadi hilang sehingga penderitanya juga akan menjadi semakin kurus dari hari ke hari. Pada level tertentu, paru-paru basah bahkan dapat menyebabkan gejala batuk mengeluarkan darah yang mengerikan. Gejala-gejala pada paru-paru kering ini akan semakin parah seiring dengan perkembangan penyakitnya.

Oleh karena itu penyakit paru-paru kering ini harus segera di obati. Anda tidak boleh menunda-nunda melakukan pengobatan jika gejala penyakit paru-paru kering sudah mulai Anda rasakan. Cara mengobati penyakit paru-paru kering yang paling tepat adalah dengan segera merujuk ke rumah sakit atau dokter spesialis paru-paru untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Nah begitulah ulasan tentang gejala penyakit paru-paru yang bisa diberikan kepada semua para pembaca setia Tips Kebugaran. Semoga dengan adanya artikel ini, para pembaca dapat mengerti apa saja gejala yang berisiko menjadi penyakit paru-paru. Lakukan tindakan cepat jika belakangan ini Anda merasakan beberapa gejala yang disebutkan diatas. Semoga bermanfaat. Be Healthy !!

Baca Juga

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*