4 Cara Mencegah Efek Samping Radioterapi Kanker Nasofaring

Efek Samping Radioterapi Kanker Nasofaring

Efek Samping Radioterapi Kanker Nasofaring – Kanker nasofaring adalah kanker yang menyerang pada atas bagian belakang tenggorokan pada manusia yang lebih sering disebut nasofaring. Lapisan sel pada nasofaring bisa saja berubah menjadi kanker yang lebih dikenal dengan istilah NPC. Berdasarkan Daftar Kanker Singapura pada tahun 2003-2007, ada sekitar 237 kasus yang telah dilaporkan terjadi setiap tahunnya. Kanker nasofaring berada pada posisi keenam kanker yang paling sering diderita serta sering terjadi pada pria. Tapi sudah tidak lagi menjadi sepuluh jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di kota Singapura. Kanker ini sering terjadi pada pria daripada wanita bahkan sering terjadi pada antara usia 35 hingga 55 tahun.

Kanker jenis ini lebih sering diderita oleh orang-orang Cina khususnya yang tinggal didaerah Kanton. Ini tidak umum terjadi di wilayah Amerika Serikat bahkan Eropa. Berbagai macam obat kanker nasofaring serta kemoterapi bisa dilakukan untuk proses penyembuhannya. Berikut penjelasan singkat serta Efek samping radioterapi kanker nasofaring yang perlu anda ketahui

 

Gejala dan Tanda Kanker Nasofaring

Munculnya sebuah benjolan yang terasa tidak nyeri pada leher hampir 75% pada orang yang baru saja didiagnosa kanker nasofaring. Anda harus segera mencari dokter spesialis jika terdapat gejala sebagai berikut yang terus saja berkembang, menetap bahkan menjadi parah. Seperti benjolan tidak nyeri dileher, lendir pada hidung yang muncul secara berlebihan serta penyumbatan atau pendarahan, bahkan turunnya daya pendengaran anda atau telinga yang berdenging. Atau bisa juga mengalami nyeri pada wajah yang tidak biasa hingga mati rasa, masalah pada penglihatan seperti penglihatan ganda serta sakit kepala. Karena kanker bisa menyebar ke organ atau jaringan dalam tubuh lainnya jika tidak segera ditangani. Pada tahap akhir akan terdapat masalah pada tulang, paru-paru atau hati.

 

Tes Diagnostik

Jika dokter mencurigai serta melihat gejala kanker nasofaring pada anak atau orang dewasa. Para dokter biasanya akan langsung mencari pembengkakan atau adanya benjolan di leher. Dokter biasanya akan memeriksa nasofaring anda dengan menggunakan cermin miring khusus yang ditempatkan pada bagian belakang tenggorokan anda serta tabung fleksibel bernama nasoskop (dengan diameter 5 – 6 mm) guna mencari benjolan dan ulkus. Potongan kecil  jaringan kemudian diambil  saat pemeriksaan ini guna memperkuat diagnosa kanker yang lebih dikenal dengan biopsi.

Jika terdapat benjolan pada leher anda, selanjutnya sedikit potongan kecil dari benjolan anda akan diangkat dengan memakai jarum serta semprotan dengan menggunakan bius lokal. Jaringan  itu kemudian akan diperiksa dengan mengguakan  mikroskop untuk mencari ada tidaknya sel-sel kanker. Setelah sel kanker sudah dipastikan, akan diadakan tes lebih lanjut guna untuk melihat apakah kanker nasofaring stadium 4 sudah menyebar dari nasofaring  ke organ disekitarnya. Tapi apakah kanker nasofaring bisa disembuhkan? Beberapa pasien yang terdeteksi lebiha awal mempunyai peluang semuh yang lebih besar. Sehingga jika terbukti ada maka anda harus segera melakukan pengobatan kanker nasofaring.

 

Pengobatan Kanker Nasofaring

Kanker  nasofaring jika diobati sejak dini dengan radioterapi. Akan diberikan radioterapi, serta terapi  radiasi oleh tim dokter yang biasanya dipimpin oleh tim ahli onkologi radiasi, serta dokter  ahlinya. Radiasi biasanya diberikan di daerah-daerah disekitar nasofaring serta leher dan biasanya  sampai ke tulang selangka. Efek samping sementara yang biasanya terjadi adalah  munculnya kemerahan serta pengelupasan kulit di leher serta area pipi, lalu kekeringan pada mulut anda, serta ulkus mulut dan juga anda akan kehilangan nafsu makan.

 

1. Kemoterapi

Kadang kala kemoterapi juga digunakan sebagai salah satu dari pengobatan. Kemoterapi biasanya akan menggunakan obat-obatan guna membunuh sel kanker saat sel kanker telah menyebar ke organ tubuh lainnya seperti organ  paru-paru, hati, serta tulang. Maka obat-obatan akan langsung disuntik ke pembuluh darah tangan anda. Kemoterapi juga biasanya  digunakan bersamaan proses radioterapi guna meningkatkan efisiensi  efek kemoterapi kanker nasofaring. Karena lokasi kanker, yang berada didalam sehingga melakukan operasi tidaklah umum dilakukan. Untuk beberapa pasien, operasi bisa saja digunakan guna  mengangkat benjolan pada leher yang  telah menetap bahkan selalu muncul secara berulang walau telah melakukan perawatan dengan radioterapi.

 

2. Operasi

Operasi  juga bisa dipertimbangkan disamping anda melalukan radioterapi apalagi saat sel kanker di nasofaring timbul berulang kali serta jika tidak terjadi penyebaran kanker pada organ tubuh lainnya. Tetapi hal ini sangat tidak dianjurkan jika masih bisa ditangani menggunakan radioterapi atau kemoterapi. Karena posisi kanker yang susah dijangkau serta sangat dekat dengan metastase kelenjar getah bening. Jangan lupa perbanyak mengonsumsi buah untuk mengobati kanker nasofaring.

 

Pencegahan Efek Samping Radioterapi Kanker Nasofaring

Perbanyak makan buah segar, sayuran hijau serta sumber vitamin C lainnya guna menurunkan resiko kanker Anda. Hindari mengonsumsi ikan asin serta makanan yang diawetkan secara berlebihan.. Serta hindari  terkena paparan asap tembakau yang  aktif maupun sekunder. Skrining  juga bisa membantu dalam  mendeteksi timbulnya kanker paru.

Efek samping dari radiasi bisa bersifat akut bahkan lanjutan. Efek samping bersifat akut biasanya akan segera terjadi  tepat setelah mendapatkan proses  radiasi seperti berupa munculnya kemerahan, timbul gelembung di kulit, terjadinya kerusakan pada kulit, serta jaringan nekrotik (mati). Sementara efek lanjutan  bisa berupa terjadinya pengkerutan pada jaringan, perdarahan sertamulut kering. Beberapa ahli juga memaparkan, ada beberapa yang dilakukan atau beberapa pantangan kanker nasofaring guna  mencegah timbulnya efek samping sebagai akibat dari radioterapi, seperti yang di jelaskan di bawah ini.

 

1. Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Cara pertama dalam mencegah efek samping radioterapi kanker nasofaring adalah dengan menjaga kesehatan serta kebersihan gigi dan mulut. Pada pasien kanker yang akan menjalani radiasi daerah kepala dan leher (misalnya, pasien kanker nasofaring), paparan dari sinar radiasi akan mengenai rongga mulut, saluran cerna dan saluran napas. Jika kondisi kebersihan serta kesehatan gigi serta mulut anda tidak terjaga, maka bisa memicu munculnya infeksi lanjutan.

Beberapa ahli menganjurkan, bagi pasien yang hendak menjalani radiasi di kepala dan leher sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter gigi untuk memastikan tidak ada masalah pada gigi atau mulut, seperti misalnya gigi bolong atau infeksi pada rongga mulut. Mulut menjadi salah satu tempat paling sering untuk berkumpulnya kuman, sehingga memudahkan munculnya infeksi  lanjutan kalau anda tidak menjaga  kesehatannya.

 

2. Tidak makan dan minum terlalu panas atau dingin

Khususnya bagi pasien yang mendapatkan penyinaran di daerah kepala dan leher dianjurkan tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin. Jika anda mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin bisa memengaruhi selaput-selaput pada rongga mulut yang seringkali masih sangat rentan bisa mengalami luka efek dari  radiasi.

Baca Juga :

 

3. Hindari terkena sinar matahari langsung

Cara mencegah efek samping radioterapi kanker nasofaring selanjutnya adalah menghindari terkena sinar matahari secara langsung. Area kulit yang mendapatkan paparan radiasi biasanya menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Sehingga anda bisa menghindari sinar matahari dengan memakai payung atau jaket. Jika ingin menggunakan sunblock lotion, konsultasi pada dokter tentang produk apa yang sesuai serta aman. Biasanya, efek samping yang terjadi pada kulit menghilang dalam beberapa minggu setelah proses pengobatan dihentikan. Tetapi kadang-kadang warna kulit biasanya tetap lebih gelap dibanding warna kulit disekitarnya, dan lebih sensitif terhadap sinar matahari.

 

4. Asupan gizi yang cukup

Pencegahan efek samping radioterapi kanker nasofaring yang terakhir adalah dengan mencukupi asupan gizi dan nutrisi agar tetap kuat selama masa radioterapi. Penyakit kanker biasanya akan menimbulkan gangguan dengan selera makan, apalagi kalau anda mempunyai kondisi kesehatan mental yang menurun serta mengalami depresi atau stres. Pastikan kebutuhan gizi anda tercukupi baik dari sisi jumlah, jenis dan jadwal buat menjaga kondisi anda tetap sehat saat dalam proses pengobatan.

 

Dengan penjelasan serta cara pencegahan terhadap efek samping radioterapi kanker nasofaring diatas, kami berharap Anda sudah dapat gambaran tentang penyakit tersebut serta penanganannya. Jauhi polusi udara, seperti asap industry, kontak dengan gas hasil zat-zat kimia, asap rokok, asap minyak tanah, asap kayu dan polusi lain yang dapat mengaktifkan virus Epstein bar. Semoga bermanfaat dan segera diberikan kesembuhan. Be Healthy !!

Baca Juga

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*