6 Dampak Buruk Stres Pada Kesehatan Otak yang Berakibat Fatal

Dampak Buruk Stres Pada Kesehatan Otak

Dampak Buruk Stres Pada Kesehatan Otak – Dari hal yang banyak kita tahu seperti sekarang ini, bahwa dampak stres dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada tubuh, pikiran, dan suasana hati kita.

Stres telah menjadi bagian yang tak terlepaskan dari kehidupan kita. Begitu seringnya sehingga kita hampir tidak pernah menyadari bahwa kita mungkin sedang mengalami stres. Hal itu dapat muncul rasa nyeri mulai dari kepala, rasa cepat marah, serta dapat berkembang hingga menjadi demam, atau mungkin menyebabkan serangan jantung bahkan stroke. Bagaimanakah stres dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh kita, meskipun kita mencoba untuk mengabaikannya? Kondisi ini memiliki banyak keterkaitan dengan otak manusia dan bagaimana stres dapat mempengaruhinya.

 

Dampak Buruk Stres Pada Kesehatan Otak

 

1. Kerusakan pada sel otak

Pada saat stres, tubuh akan melepaskan hormon glukokortikoid yang secara bertahap dapat melemahkan sel-sel dalam otak, sehingga pada akhirnya akan mematikan fungsi sel tersebut. Adrenalin akan dilepaskan selama stres, yang membuat kita merasa gelisah dan kebingungan. Pada saat adrenalin tidak dikeluarkan, hal itu dapat menyebabkan tingkat produksi dari glukokortikoid yang berlebihan. Bahkan di dalam sebuah studi penelitian terbaru yang telah dilakukan pada seekor hewan, tinginya tingkat kadar glukokortikoid dapat menyebabkan sel-sel otak hewan tersebut tidak berfungsi dan mati. Kemungkinan besar hasil yang sama juga muncul pada manusia, jika stres berjalan dalam jangka waktu lama.

 

2. Stres melemahkan daya ingat

Peningkatan tingkat glukokortikoid yang berkepanjangan dapat melemahkan daya ingat. Hal ini disebabkan karena ujung saraf yang lebih tua merasa kesulitan untuk berhubungan dengan sel-sel otak yang baru. Disamping itu juga membuat semakin sulit dalam mengirimkan informasi atau feedback, sehingga menyebabkan kehilangan ingatan dalam jangka pendek. Pada akhirnya, ini menyebabkan timbulnya demensia dan alzheimer pada manusia.

 

3. Penyusutan otak

Stres merenggut komposisi otak, sehingga menyebabkan daerah hippocampus menyusut selama beberapa tempo. Kondisi ini lebih sering terlihat pada korban trauma dan kekerasan. Menyusutnya otak dapat membuat sulit bagi seseorang untuk berkonsentrasi dan mengingat sesuatu. Hal ini juga mengganggu keterampilan motorik dan membuat sulit bagi seseorang untuk merencanakan segala sesuatu.

 

4. Resiko serangan jantung

Pada saat suplai darah ke otak tidak dalam jumlah yang cukup terutama terjadi pada saat stres. Kekurangan pasokan darah tersebut membuat jantung harus memompa kembali dan proses ini dapat membahayakan keseimbangan jantung. Otak mengonsumsi 20% dari total oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh, sedangkan jika otak dibiarkan kekurangan oksigen, maka tubuh juga akan kelaparan. Pada akhirnya akan menyebabkan jantung menjadi berdebar-debar, dan membuat sulit bagi kita untuk bernafas. Seringkali orang yang menderita stres merasakan jantungnya terasa berdebar-debar dan banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh stres.

 

5. Saraf terjepit

Ketika anda mengalami stres, sejatinya hal itu dapat mengurangi sirkulasi darah di otak secara drastis, sehingga dapat memicu meningkatkan resiko stroke. Pada saat stres, saraf dan pembuluh darah akan mulai mengalami penyusutan atau terjepit secara bersamaan, sehingga akan menghalangi pasokan darah, oksigen serta nutrisi ke otak, dan menghambat kemampuan sel di dalam otak untuk dapat menyembuhkan dirinya sendiri dengan lebih cepat.

Baca Juga :

 

6. Depresi

Stres sangat mempengaruhi pelepasan endorfin, sehingga membuat kita merasa rendah ataupun marah. Sehingga hal itu dapat mengakibatkan depresi manik, di mana seseorang akan merasa kehilangan harapan dan merasa bahwa segala sesuatu yang terjadi bertentangan dengan harapannya. Alasan kedua adalah bahwa stres menyebabkan tingkat kortisol di otak mengalami peningkatan, yang pada akibatnya mempengaruhi metabolisme secara keseluruhan, sehingga membuat orang yang depresi cenderung tidak aktif dan mengalami kelesuan.

Salah satu cara yang tepat untuk mengurangi dampak buruk stres pada kesehatan otak anda adalah dengan mengatasi hal-hal yang menjadi penyebabnya serta yang menyebabkan anda menjadi tegang. Gaya hidup dan rutinitas sehat setiap harui akan dapat memastikan bahwa tubuh menerima gelombang energi positif sehingga akan terindar dari masalah stres dan depresi. Secara bertahap anda akan mulai merasa jauh lebih tenang setelah belajar untuk mengeluarkan semua energi yang berlebihan melalui berolahraga, bermeditasi, dan terlibat dalam kegiatan rekreasi lain yang dapat membuat anda merasa lebih bahagia.

 

Lengkap sudah pembahasan kita tentang dampak buruk stres pada kesehatan otak kali ini, intinya jangan terlalu membebani otak Anda dengan hal-hal yang tidak perlu dipikirkan. Menjaga kesehatan tubuh adalah wajib hukumnya bagi setiap pribadi, karena itu jangan terlalu menyiksa tubuh baik fisik atau mental Anda. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan jawaban dari pertanyaan Anda selama ini. Be Healthy !!

Baca Juga

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*